News tricker
Kanselir Jerman Sebut Jerman Terbuka Bagi Islam
Kanselir Jerman Angela Merkel mengikuti ajakan salah seorang pengungsi TImur Tengah untuk wefie. (Foto: Reuters).

Kanselir Jerman Sebut Jerman Terbuka Bagi Islam

Neustrelitz, Obsessionnews.com – Jerman membuka diri bagi para pengungsi muslim, sepanjang Islam dipraktikkan dengan cara yang menghormati konstitusi.

Hal itu dikemukakan Kanselir Jerman Angela Merkel, dalam sebuah acara kampanye pemilihan untuk partainya Christian Democrats, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (17/8/2016).

Menurut Merkel, para pengungsi tak membawa terorisme ke Jerman. Ia bahkan meyakini jika Islam merupakan bagian dari Jerman selama menghormati konstitusi di negara tersebut.

Adapun kelompok yang tak sesuai konstitusi atau tak menerima hak yang sama bagi perempuan tak memiliki tempat di negara itu.

“Fenomena terorisme, ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), bukan fenomena yang datang kepada kami bersama para pengungsi,” kata Merkel di Neustrelitz.

Merkel menambahkan, sejumlah warga Jerman banyak yang melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Laporan dari Menteri Dalam Negeri Thomas de Maizeire mengabarkan bahwa ada 800 warga Jerman yang dicurigai telah bergabung dengan ISIS.

“Kelompok ini yang mengkhawatirkan kami selama beberapa tahun,” tambahnya.

Lebih dari satu juga orang yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah, Afrika, dan tempat lain telah tiba di Jerman pada tahun lalu. Opini terhadap para pengungsi ini memburuk setelah serentetan serangan terhadap warga sipil bulan lalu.

Kedatangan para pengungsi yang sebagian besar di antaranya Muslim, mendorong dukungan untuk kelompok anti-migran Alternative for Germany (AfD). Namun Merkel menegaskan Islam yang sesuai konstitusi merupakan bagian dari Jerman.

“Kami telah mengatakan dengan jelas bahwa Islam yang diterapkan dan dilaksanakan atas dasar konstitusi, merupakan bagian dari Jerman,” tegasnya.

Pernyataan Merkel tersebut mempertegas sikapnya untuk melindungi pengungsi dan warga Muslim yang menetap di Jerman.

Padahal, sebuah jajak pendapat yang dirilis Mei 2016 lalu di Jerman menunjukkan bahwa mayoritas warga di sana membatasi diri berhubungan dengan umat muslim.

“Hanya sedikit yang paham tentang agama mereka,” tulis jajak pendapat tersebut.

Menurut hasil survei yang dilakukan YouGov untuk kantor berita DPA, 62 persen responden yang terdiri atas kaum nonmuslim mengatakan tidak ada lingkaran dekat mereka, baik sahabat ataupun keluarga, yang beragama Islam.

Hasil survei yang dirilis pada Jumat, 6 Mei 2016, itu mendatangkan ketegangan politik di negeri ini setelah kedatangan sekitar satu juta pengungsi muslim tahun lalu akibat perang dan kemiskinan di Afrika dan Timur Tengah.

Sementara banyak kaum muda Jerman mengaku suka berhubungan dengan umat Islam dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Kaum muda yang berusia 18-24 tahun itu mengatakan mereka mengenal umat muslim di Jerman.

Namun 52 persen umat nonmuslim Jerman mengatakan kepada YouGov bahwa mereka sama sekali tidak mengenal Islam. Dari lima orang yang ditanya, semua mengaku tidak beragama.

Meski demikian, pada saat yang sama, menurut hasil temuan YouGov, 68 persen umat muslim memiliki pengetahuan yang baik, bahkan sangat baik, tentang Kristen. (Fath)

Komentar

Tuliskan komentar anda dengan mengisi kolom dibawah *

*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates